fbpx

Kepalanya semakin besar dan ada luka di kepalanya

Alternatif

Usianya baru menginjak 5 bulan. Namun Arisha, harus berjuang melawan sakit yang sangat luar biasa di kepalanya. Menderita hidrosefalus sejak 8 bulan di dalam kandungan, kepala Arisha terlihat sangat besar dan berat. 9 bulan lamanya Bu Ratiningsih berjuang sekuat tenaga untuk memperjuangkan Arisha. Meskipun tetap harus melalui operasi caesar.

“Tentu saya sangat kaget dan tidak menyangka. Belum juga lahir kok udah sakit seberat ini. Tapi setelah dilakukan pengobatan sampai sekarang, saya mencoba ikhlas apa pun hasilnya. Saya serahkan semuanya sama Allah.” –Ibunda Arisha

Sebagai buruh di sawah orang lain, sang ayah tak mendapatkan panggilan bekerja selama pandemi ini. Hal itu membuat orang tua mengalami kesulihan dalam hal finansial. Jangankan untuk berobat, untuk makan saja mereka hanya dengan lauk seadanya. Jika benar-benar tak ada uang terpaksa jadwal kontrol Arisha harus diundur.

Tak hanya kepalanya yang semakin membesar, pada bagian kepalanya juga terdapat luka. Sejak lahir, belakang kepala Arisha terdapat luka seperti lubang. Arisha pun kini juga harus melakukan tindakan operasi pemasangan selang. Agar cairan di kepalanya tidak semakin banyak. Jika tidak hal itu akan sangat berbahaya untuk kesehatan Arisha.

“Kalau nggendong Arisha sekarang jadi tambah berat karena kepalanya terus membesar. Pokoknya harus ekstra hati-hati,” ucap ibunda-nya.

Untuk saat ini, Arisha tidak bisa digendong terlalu lama karena luka di belakang kepalanya. Dokter mengatakan jika suatu saat Arisha sembuh dari sakitnya, ia akan mengalami pertumbuhan yang berbeda dari teman-temannya yang lain. Itulah yang ditakutkan ibunda nya sejak dulu. Namun, mereka akan terus berusaha memberikan pengobatan terbaik untuk Arisha. Doa-doa baik pun tak pernah henti mereka ucap setiap hari. Mereka sadar bahwa manusia tidak akan pernah bisa melawan takdir Sang Kuasa.

“Saya sebagai ibu dan orang tua ingin nya adek cepet dioperasi. Biar cepet sembuh walaupun perkembangannya akan beda dari orang lain.” –Ibunda Arisha

Tinggalkan komentar