fbpx

Pengenalan Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat agama Islam. Oleh sebab itu hukum menunaikan zakat adalah wajib bagi setiap muslim- muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. (Q.S Al Bayyinah [98]: 5)

Syarat Wajib Zakat diantaranya :

1. Islam

Walaupun salah satu penerima zakat adalah muallaf, namun orang yang mengeluarkan zakat hanya dikenakan kepada orang-orang Islam saja.

2. Merdeka

Syarat ini tetap dikekalkan sebagai salah satu syarat wajib zakat karena seseorang yang wajib zakat adalah orang yang telah merdeka (mencukupi) dan sudah memenuhi syarat mengeluarkan zakat.

3. Sempurna Milik

Harta yang hendak dizakat hendaklah dimiliki dan dikawal sepenuhnya oleh orang Islam yang merdeka. Bagi harta yang berkongsi antara orang Islam dengan orang bukan Islam, hanya bagian orang Islam saja yang diambil kira di dalam pengiraan zakat.

4. Merupakan Hasil Usaha yang Baik

Para Fuqaha’ merangkumi semua pendapatan dan penggajian sebagai “Mal Mustafad” yaitu perolehan baru yang termasuk dalam taksiran sumber harta yang dikenakan zakat.

5. Cukup Nisab

Nisab adalah paras minimum yang menentukan sesuatu harta itu wajib dikeluarkan atau tidak. Nisab menggunakan nilai emas harga semasa yaitu 20 misqal emas bersamaan 85 gram emas atau 196 gram perak.

6. Cukup Haul

Bermaksud genap setahun yaitu selama 354 hari mengikut tahun Hijriah atau 365 hari mengikut tahun Masehi. Dalam zakat pendapatan, jangka masa setahun merupakan jangka masa mempersatukan hasil-hasil pendapatan untuk pengiraan zakat pendapatan.

Orang yang berhak menerima zakat, tertera dalam Surah at-Taubah ayat 60 yakni:

  • Fakir – Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Menurut Buya Hamka, kata fakir berasal dari makna “membungkuk tulang punggung”, satu sebutan buat orang yang telah bungkuk memikul beban berat kehidupan.
  • Miskin – Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. Secara kebahasaan, orang miskin berasal dari kata سُكُوْنٌ (sukūn), artinya tidak ada perubahan pada hidupnya, tetap saja begitu, menahan penderitaan hidup.
  • Amil – Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat. Tentu saja dalam memungut zakat ini, ada para petugas yang mengambilnya. Mereka juga berhak terhadap zakat. Namun begitu, Buya Hamka memberi catatan, bahwa jika si pengurus atau pegawai mengambil sebagian hartanya yang telah dipungut untuk dirinya sendiri, ini dijatuhkan kepada korupsi/ghulūl (غُلُوْلٌ). Karenanya menurut beliau, boleh saja mengadakan kepanitiaan dalam rangka pemungutan zakat.
  • Mu’allaf – Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
  • Hamba sahaya – Budak yang ingin memerdekakan dirinya
  • Gharimin – Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.
  • Fisabilillah – Mereka yang berjuang di jalan Allah misal: dakwah, perang dan sebagainya.
  • Ibnus Sabil – Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Hikmah dari zakat antara lain:

  1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
  2. Pilar amal jama’i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da’i yang berjuang dan berdakwah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
  3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
  4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
  5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
  6. Untuk pengembangan potensi ummat
  7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
  8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

Keutamaan zakat antara lain :

  1. Zakat merupakan salah satu sifat orang-orang baik yang menjadi penghuni Jannah. Allah Ta’ala berfirman:
  2. Zakat merupakan salah satu sifat orang-orang beriman yang berhak mendapatkan rahmat Allah.
  3. Allah menumbuh-kembangkan harta zakat bagi orang yang membayarkannya.
  4. Allah Ta’ala melindungi orang yang membayar zakat dari panasnya hari Kiamat.
  5. Zakat bisa menumbuh-kembangkan harta dan membuka pintu-pintu rezeki bagi pelakunya.
  6. Zakat adalah sebab turunnya berbagai kebaikan.
  7. Zakat menghapuskan segala kesalahan dan dosa-dosa.
  8. Zakat membuktikan kejujuran iman orang yang membayarkannya.
  9. Zakat mensucikan akhlak pembayarnya dan melapangkan dadanya.
  10. Zakat melindungi dan membentengi harta dari ambisi orang-orang miskin dan gangguan para penjahat.
  11. Zakat adalah bantuan bagi orang-orang fakir dan yang membutuhkan.
  12. Zakat adalah sumbangsih seorang muslim dalam menunaikan kewajiban sosialnya.
  13. Zakat adalah bentuk mensyukuri nikmat harta dari Allah Ta’ala.