fbpx

Sejarah Hafara

Hidup di jalanan bukanlah suatu hal yang mudah, mungkin bisa diumpamakan “nyawa menjadi taruhannya”. Berawal dari kegelisahaan itulah, beberapa orang yang di dalamnya ada yang pernah tercebur di jalanan melakukan obrolan-obrolan, saling bertutur cerita pengalaman semasa menjadi anak jalanan.

Obrolan-obrolan sering dilakukan termasuk ketika ada kegiatan rutin Mocopat Syafa`at (pitulasan) yang diasuh oleh EM HA Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiyai Kanjeng.

Akhirnya pada tanggal 17 November 2005 dideklarasikanlah sebuah Paguyuban bernama Hafara, bertempat di TKIT Al-Hamdulillah Kasihan Bantul Yogyakarta.

Beberapa orang yang ikut terlibat di awal-awal lahirnya HAFARA adalah: Cak Nun, Anang Imamuddin (Lahir di Magelang, 10 November 1980), Uthu Munjung Jermia Taedini (Lahir di Banjarmasin, 20 November 1977), Ir. Maskun Baharuddin Nur (Lahir di Sleman, 1 Juli 1964), Sunawi (Lahir di Pati, 3 Juni 1966), Chabib Wibowo (Lahir di Jakarta, 1 Desember 1973) dan Etty Sugiyarty (Lahir di Malang, 10 November 1964).

Nama Hafara dicetuskan oleh Em Ha Ainun Najib. Kepanjangan dari HAFARA adalah Hadza Min Fadli Rabbi, yang artinya Kemurahan hati Tuhan.

Dengan nama tersebut kami berharap organisasi ini selalu mendapat kemurahan dari Tuhan, serta diberi kemudahan dalam perjuangannya mengentaskan anak jalanan .

Selanjutnya, sebagai salah satu upaya dalam memanajemen organisasi tersebut, Chabib Wibowo dan Etty Sugiyarty mendapat mandat untuk menghadap ke seorang Notaris.

Tanggal 8 Desember 2005, Nukman Muhammad, S.H., MM, (Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah) telah mengeluarkan Akta pendirian Organisasi untuk HAFARA. Dan mengajukan perubahan Akta Notaris Nomor 11 tanggal 8 Desember 2005 menjadi Nomor 06 tanggal 8 Januari 2009.

Pada tahun 2015 kami menghadap Nukman Muhammad, S.H, MM, M.Kn untuk mengajukan kembali perubahan Akta Notaris dari Nomor 06 tanggal 08 Januari 2009 menjadi Nomor 71 tanggal 27 Agustus 2015.