fbpx

Zakat Akhir Tahun

Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan mengeluarkan 2,5% dari hartanya.

Zakat akhir tahun adalah zakat yang dikeluarkan setiap akhir tahun masehi maupun hijriah, zakat ini meliputi harta berupa Emas/Perak, Saham, Investasi, Tabungan, harta dari usaha perdagangan, usaha perdagangan hewan ternak atau anda memilki perusahaan yang sudah dimiliki atau berjalan selama 1 tahun (Haulnya 1 tahun).

Harta yang dizakatkan wajib memenuhi syarat-syarat berikut :

  1. Milik penuh, harta yang dizakatkan wajib sepenuhnya dimiliki oleh muzakki.
  2. Berkembang, yaitu harta tersebut memiliki potensi berkembang bila diusahakan
  3. Mencapai Nisab, yakni harta tersebut sudah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan (senilai 85 gram emas)
  4. Lebih dari kebutuhan pokok
  5. Bebas dari hutang, apabila harta yang dizakatkan telah mencapai nishab tapi muzakki masih memiliki hutang yang apabila dikonversikan akan mengurangi harta yang dizakatkan maka tidak wajib menzakatkan harta melainkan untuk membayar hutang terlebih dahulu.
  6. Mencapai Haul, kepemilikan harta yang dizakatkan sudah mencapai haul atau genap satu tahun dalam hitungan hijriyah atau masehi.

Rumus Perhitungan Zakat?

1.         Zakat Emas/ Perak

Zakat emas dan perak merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang mempunyai emas dan perak bila telah mencapai nisab dan haul.

Nisab Emas: 85 gr | Perak: 595 gr

Rumus :  2,5 % x nilai harga emas/perak melebihi kadar nishab

2.         Zakat Tabungan

Zakat yang dikeluarkan oleh Deposan (pemilik tabungan) atas tabungan atau deposito (simpanan) pada lembaga keuangan yang telah genap setahun dan cukup kadar nishab.

Nisab : 85 gr emas

Rumus: Saldo akhir – bunga (jika di bank konvensional) x 2,5 %

3.         Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta dagang (harta/aset yang diperjualbelikan demi tujuan mendapatkan keuntungan) dengan syarat memiliki niat berdagang, mencapai nishab dan haul.

Nisab Zakat Perdagangan: 85 gr emas

Rumus: Nilai harga barang yang belum terjual/modal yang diputar + Laba + Piutang lancar– hutang jatuh tempo x 2.5%

4.         Zakat Perdagangan Hewan Ternak

zakat yang dikeluarkan dari hasil perdagangan hewan ternak setelah mencapai nishab dan haulnya.

Nisab: 85 gr emas

Rumus: Laba + modal yg diputar/nilai harga hewan yang belum terjual + piutang – hutang jatuh tempo x 2,5 %

5.         Zakat Investasi Penyewaan Aset

zakat yang dikenakan atas hasil investasi penyewaan aset seperti tanah, gedung, rumah, mesin produksi, alat transportasi, dll.

Nishab: dianalogikan dengan zakat pertanian yaitu setara nilai 520 kg beras

Haul: tidak ada haul dikeluarkan saat mendapatkan hasilnya

Kadar: Para ulama kontemporer seperti Abu Zahrah, Abdul wahab Kholaf, Yusuf Qordhowi menganalogikannya kedalam zakat pertanian yaitu dikeluarkan saat menghasilkan dari hasilnya, tanpa memasukkan unsur modal dengan tarif 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk penghasilan bersih.

Rumus: keuntungan hasil penyewaan aset – biaya operasional x 10 %

6.         Zakat Saham

Zakat saham dapat ditunaikan jika hasil keuntungan investasi sudah mencapai nisab.

Nisab: 85 gr emas   (dianalogikan dengan zakat perdagangan)

Rumus: nilai kumulatif riil saham (book value + dividen) x 2,5 %

7.         Zakat Perusahaan

Zakat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dikelola tidak secara perorangan,melainkan secara bersama-sama dalam sebuah kelembagaan dan organisasi dengan managemen modern, mis: dalam bentuk PT, CV, atau koperasi, dengn syarat kepemilikan dikuasai oleh muslim baik individu maupun patungan, Bidang Usahanya halal, Dapat diperhitungkan nilainya, Dapat berkembang, dan mencapai nishab.

Nisab: 85 gr emas

Rumus: Aktiva lancar – kewajiban jangka pendek x 2,5 %