fbpx

Zakat Emas dan Perak

Beberapa macam harta yang menurut syariat Islam wajib ditunaikan zakatnya ketika sudah mencapai syarat tertentu. Inilah yang dinamakan dengan zakat maal. Nah, zakat maal ini ada banyak jenisnya, salah satunya zakat perhiasan/logam mulia seperti emas dan perak.

“Jika engkau memiliki perak 200 dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya.” (HR. Abu Dawud)

Zakat emas atau perak adalah kewajiban yang harus dibayarkan seorang muslim ketika jumlahnya sudah mencapai nisab dan memenuhi syarat haul.

Aturannya:

  1. Nisab emas sebesar 20 dinar emas (setara 85 gram)
  2. Nisab perak adalah 595 gram
  3. Haul 1 tahun.

 Maksudnya emas/perak tersebut harus sudah melewati masa kepemilikan selama 1 tahun tanpa dijual atau digadaikan.

Yang berarti, seseorang bisa dikenakan kewajiban membayar jika mencapai emas 85 gram dalam waktu 1 tahun.

Rumusnya

2,5% x Jumlah emas/perak yang tersimpan selama 1 tahun

Jika emas/perak yang dimiliki ada yang dipakai, maka hitungannya :

Zakat = (perak/emas yang dimiliki – perak/emas yang dipakai) x harga perak/emas x 2,5 %

Contoh:

Anita mempunyai simpanan emas sebanyak 100 gram yang sudah dimilikinya selama 1,5 tahun, sehingga dirinya dikenai kewajiban berzakat. Harga emas saat ini Rp800.000/gram, maka nilai emas yang dimiliki Anita adalah Rp80.000.000.

Nah, dari sini Anita perlu membayar zakat emas sebesar Rp2.000.000