fbpx

Zakat Fitrah

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” (Muttafaqun ‘alaih)

Apa itu zakat fitrah? zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan ramadhan menjelang Idul Fitri. Zakat fitrah berarti mensucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain. Oleh karenanya, tidak ada suatu alasan pun bagi seorang hamba Allah yang beriman untuk tidak menunaikan zakat fitrah karena telah dijawibkan bagi setiap muslim.

Berapa zakat yang harus dikeluarkan?  Besar zakat yang harus dikeluarkan sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kg beras, gandum, kurma, sagu dan sebagainya atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi perorangan sehari-hari. Apabila seseorang ingin menggantikannya dengan uang, maka ia harus membayar sesuai dengan harga 2,5 kg beras tersebut.

Kapan kita harus membayar zakat fitrah?  Pada dasarnya, zakat fitrah boleh dibayarkan kapan saja sepanjang masih berada pada bulan Ramadhan. Kita bisa membayar zakat mulai dari hari pertama dimulainya puasa Ramadhan sampai dengan malam takbir jelang Hari Raya Idul Fitri. Jika kita mengikuti sejarah perintah membayar zakat fitrah, maka waktu yang disarankan adalah pada saat matahari terbenam bersamaan dengan malam takbir Hari Raya Idul Fitri.

Siapa yang berhak menerima? penerima zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/ansaf (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil), namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin.