fbpx

Zakat Saham dan Investasi

Saham adalah surat berharga yang mewakili kepemilikan seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan. Saham dikeluarkan oleh perusahaan go public yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Kepemilikan sebuah perusahaan, bisa dalam bentuk kepemilikan aset atau komoditas yang dijual pihak perusahaan.

Tujuan Pemilik Saham

Secara umum, pemilik saham bisa kita kelompokkan menjadi 2:

  1. Pemilik saham untuk diperdagangkan. Dia membeli saham bukan untuk investasi, tapi untuk dijual di pasar saham.
  2. Pemilik saham dalam rangka investasi. Dia membeli saham untuk mendapatkan dividen dan pembagian keuntungan dari perusahaan.

Zakat investasi adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Diantara bentuk usaha yang masuk investasi adalah bangunan atau kantor yang disewakan, saham, rental mobil, rumah kontrakan, investasi pada ternak atau tambak, dll.

Dilihat dari karakteristik investasi, biasanya modal tidak bergerak dan tidak terpengaruh terhadap hasil produksi maka zakat investasi lebih dekat ke zakat pertanian. Pendapat ini diikuti oleh ulama modern seperti Yusuf Qordhowi, Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahab Khalaf, Abdurahman Hasan, dll.

Dengan demikian zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 untuk penghasilan bersih

Kriteria Yang Wajib Dizakatkan

  1. Yang Wajib Dizakati Adalah Hasil Bukan Modal
  2. Waktu Membayarnya
  3. Besarnya Yang Harus Dikeluarkan

untuk menghitung jumlah zakat yang harus dikeluarkan untuk obligasi, Yazid Afandi dalam seminarnya menerangkan bahwa berdasarkan prinsip percampuran, kekayaan atau nilai obligasi digabungkan dengan kekayaan moneter lainnya pada akhir tahun dan dizakati dengan nishab seharga 85 gram emas murni dengan prosentase 2,5%. Sedangkan saham yang dimiliki bukan untuk investasi dan perdagangan, tapi untuk memproteksinya (saham jangka panjang) sebagian fuqoha berpendapat bahwa yang wajib dizakati adalah keuntungannya dengan prosentase 10%  setiap tahun. Hal ini berdasarkan qiyas atas tanah produktif.

Berikut contoh perhitungan zakat saham atau obligasi: Pak Maulana memiliki 750.000 lembar saham PT. Sang Abadi, harga nominal Rp 6.000/lembar. Pada akhir tahun (tutup buku) tiap lembar mendapat deviden Rp 500,00 Total jumlah harta (saham) = 750.000 x Rp 6.500,00 = Rp 4.875.000.000,00. Total jumlah harta (saham) selanjutnya dikurangi kewajiban yang harus ditunaikan dalam satu tahun = Rp 4.875.000.000,00 – Rp. 100.000.000,00 = Rp. 4.775.000.000, maka zakatnya adalah ; Rp. 4.775.000.000 x 2,5% = Rp. 119.375.000, 00.